Tak Lagi Percaya Trump, Iran Tolak Pembicaraan Nuklir Baru dengan AS

Nathania Riris Michico
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. (Foto: AFP)

"Bagaimana kita bisa yakin bahwa tanda tangan akan tetap ada di atas kertas?" kata Zarif, dalam konferensi Dialog MED di Roma, Italia, seperti dilaporkan France24, Jumat (23/11/2018).

Pemberian sanksi baru AS terhadap Iran, yang mulai berlaku pada 5 November, menimbulkan kekhawatiran tentang apakah kesepakatan itu dapat bertahan.

Iran menyatakan, masa depan JCPOA akan dipertanyakan jika mereka tak lagi menerima manfaat ekonomi dari kesepakatan itu.

Kesepakatan itu mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap Iran sebagai imbalan karena menerima inspeksi IAEA serta membatasi kegiatan nuklir.

"Kami menghabiskan dua setengah tahun, ini bukan dokumen dua halaman, ini bukan gambaran peluang. Ini adalah dokumen 150 halaman," kata Zarif tentang kesepakatan itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?

57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal