Tabrakan Kereta di India Renggut 288 Nyawa, PM Modi: Tak Ada Kata yang Bisa Diungkapkan

Anton Suhartono
Narendra Kodi menjenguk korban tabrakan kereta di Odisha (Foto: Reuters)

Perdana Menteri Narendra Modi mengunjungi lokasi kejadian pada Sabtu. Dia berbicara dengan para petugas penyelamat serta mengecek puing-puing kereta yang sudah hancur. Dia juga bertemu para korban luka yang dirawat di rumah sakit.

"(Saya) Memperhatikan situasi di lokasi tragedi di Odisha. Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kesedihan saya yang mendalam. Kami berkomitmen untuk memberikan semua bantuan yang mungkin kepada mereka yang terdampak," kata Modi.

Penumpang yang selamat Anubha Das mengatakan dia tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Dia menyaksikan mayat yang tak utuh lagi serta keluarga yang meratapi kerabatnya yang sudah tak bernyawa.

"Keluarga hancur, tubuh sudah tak lengkap, dan darah bertumpahan di rel," katanya.

Rekaman video menunjukkan mayat yang dimasukkan ke kantong putih diletakkan di lantai sebuah sekolah. Lantai itu berubah menjadi merah karena lumuran darah para korban. Di lokasi itu warga berdatangan untuk mencari apakah ada anggota keluarga mereka yang meninggal.

Sementara itu Menteri Perkeretaapian Ashwini Vaishnaw mengatakan keluarga korban meninggal akan mendapat santunan 1 juta rupee, korban terluka parah akan mendapat 200.000 rupee, dan luka ringan 50.000 rupee. Selain itu para keluarga korban meninggal serta mereka yang terluka juga mendapat santunan dari pemerintah negara bagian sesuai asal daerah.

"Ini kecelakaan besar dan tragis. Fokus utama kami adalah operasi penyelamatan dan bantuan  Kami berusaha memastikan bahwa mereka yang terluka mendapat perawatan terbaik," kata Vaishnaw.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Soroti Perbaikan Transportasi, Pengamat Nilai Kereta Jadi Benchmark Layanan Publik

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas

57 tahun lalu

Inul Daratista Meradang Dituding Gila Hormat: Petugas Kereta Jongkok karena SOP

57 tahun lalu

Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal