Swiss Larang Digelarnya Acara Besar untuk Atasi Virus Korona, Sidang Dewan HAM PBB Terancam

Nathania Riris Michico
Turis mengenakan masker pelindung di Galleria Vittorio Emanuele II di pusat kota Milan. (FOTO: Miguel MEDINA / AFP)

BERN, iNews.id - Pemerintah Swiss mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu melarang semua acara publik yang diikuti lebih dari 1.000 orang, sebagai tanggapan atas meningkatnya jumlah kasus virus korona di negara tersebut.

Jumlah terbaru yang dilaporkan di Swiss adalah 19 pasien. Diperkirakan 100 orang sedang dikarantina.

Larangan ini dijadwalkan berlaku hingga setidaknya hingga pertengahan Maret, dan mengganggu sejumlah acara penting. Ini kemungkinan besar akan mengecewakan banyak orang dan akan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat serta perekonomian Swiss.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa pemerintah Swiss menanggapi perkembangan terbaru wabah virus korona dan ancaman yang ditimbulkannya. Pihak berwenang Swiss menyatakan prioritas utama pemerintah adalah melindungi rakyat.

Larangan ini diberlakukan di tengah-tengah musim karnaval, yang menarik ribuan orang untuk mendatangi kota-kota dan desa-desa di Swiss. Ini kemungkinan besar mengganggu acara olahraga.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selamat! Maarten Paes Resmi Lamar Luna Bijl di Italia: She Said Yes

57 tahun lalu

Aktivis GSF Diculik dan Disiksa, Italia Pertimbangkan Gugat Israel

57 tahun lalu

Investasi Perusahaan Swiss dan AS Terhambat, Purbaya Turun Tangan

57 tahun lalu

Terungkap, 3 Pelaku Jambret WN Italia di Bundaran HI Sudah Beraksi 120 Kali!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal