Susul AS, Guinea Khatulistiwa Akan Pindahkan Kedubes di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem

Anton Suhartono
Guinea Khatulistiwa akan memindahkan kedubes di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem (Foto: Freepik)

Israel mengklaim semua wilayah Yerusalem sebagai ibu kotanya, meskipun tidak diakui oleh komunitas internasional. Palestina juga akan menjadikan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967, sebagai ibu kota masa depan.

Mantan Presiden AS Donald Trump membuat marah rakyat Palestina dan banyak pemimpin dunia karena mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017. Pada Mei tahun berikutnya AS memindahkan kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Guatemala menjadi negara kedua yang memindahkan kedubesnya ke Yerusalem. Disusul setelah itu Malawi yang mengumumkan rencana yang sama. 

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, kedubes Malawi di Yerusalem akan dibuka pada musim panas 2021. Honduras juga berencana memindahkan kedubesnya ke Yerusalem. Brasil dan Republik Dominika juga mempertimbangkan langkah serupa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Biadab! Tentara Israel Bunuh Bayi Palestina Umur 7 Bulan di Tepi Barat

57 tahun lalu

Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

57 tahun lalu

Laga Albania Vs Israel Chaos: Diwarnai Selebrasi Provokatif, Tamparan, hingga Lemparan Sepatu

57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal