Survei tersebut juga mengungkap, dukungan terhadap Netanyahu sebagai perdana menteri anjlok menjadi 29,4 persen. Dalam survei yang sama pada Maret, dukungan untuk Netanyahu masih di angka 40,5 persen.
Sementara itu, 48,2 persen responden mendukung dimulainya kembali aksi militer besar-besaran terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Bahkan warga Israel mendukung serangan ke Lebanon meski risikonya harus bentrok dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sementara 20,9 persen menentang langkah tersebut dan sisanya memilih tidak tahu.
Pengambilan sampel survei dilakukan pada 17 hingga 20 Juni melibatkan 3.644 responden.
Israel dan AS melancarkan serangan gabungan melawan Iran pada 28 Februari yang berlangsung hingga 8 April ditandai dengan pengumuman gencatan senjata oleh Trump. Meski demikian setelah itu masih ada letupan-letupan kecil, terutama di Selat Hormuz.
Kemudian AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai pada 17 Juni (MoU Islamabad), menandai berakhirnya perang, meski kesepakatan tersebut masih sangat rapuh.
AS dan Iran juga melanjutkan negosiasi di resor Burgenstock, Swiss, dalam kerangka MoU Islamabad. Perundingan tersebut bertujuanb membuka jalan bagi penghentian konflik secara permanen, termasuk membahas program nuklir.