Berdasarkan laporan Forbes pada Juni 2020, kekayaan Vadaturskyi mencapai 450 juta dolar AS (sekitar Rp6,7 triliun/kurs saat ini) menjadikan dia dalam daftar ke-24 orang terkaya di Ukraina saat itu.
Wali Kota Mykolaiv Oleksandr Senkevych menyebut serangan di kotanya, menyebabkan kematian Vadatursky, merupakan kampanye pengeboman terparah yang dilakukan Rusia. Serangkaian serangan rudal di kotanya menghancurkan sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah, sebuah bengkel, banyak rumah.
Gubernur wilayah Vitaliy Kim menyebut kontribusi Vadatursky bagi pengembangan industri pertanian, pembuatan kapal, serta pengembangan kawasan sangat berharga.
Penasihat Presiden Zelensky, Mykhailo Podolyak, yakin Rusia sengaja menargetkan pengusaha itu. Pasalnya rudal seperti sengata diset untuk menghantam kamar Vadatursky.
"Tidak diragukan lagi," kata Podolyak, dikutip dari BBC, Senin (1/8/2022).
Ukraina dan Rusia merupakan pengekspor utama gandum dan biji-bijian lainnya. Gangguan ekspor disebabkan perang menyebabkan harga pangan dunia melonjak.
Kedua negara menandatangani kesepakatan yang ditengahi PBB dan Turki pekan lalu, bertujuan untuk meredakan krisis pangan global.
Namun ekspor yang sedianya dimulai pekan lalu terganggu akibat serangan ke Odesa, kota pelabuhan Laut Hitam. Lagi, rencana ekspor tertunda lagi oleh isu pemeriksaan keamanan. Namun pada Minggu kemarin, Turki menyatakan kapal pertama yang membawa gandum diperkirakan meninggalkan Odesa pada Senin pagi.