Sosok Hasan Akhund, Perdana Menteri Afghanistan yang Baru

Anton Suhartono
Hasan Akhund (Foto: Reuters)

Setelah Taliban digulingkan dari pemerintahan Afghanistan pada 2001, sosok Akhund tetap berpengaruh, meski dia beraktivitas dari pengasingan di Pakistan. Dari sana dia akan memberikan bimbingan spiritual dan agama kepada Taliban pada 2000 dan 2010-an. Dia mengeluarkan fatwa untuk melawan invasi Amerika Serikat serta pemerintah Afghanistan yang didukung Barat.

Sebagai sosok cendekiawan agama konservatif, Akhund juga memberi perhatian terhadap aktivitas perempuan. Fatwanya pada 1990-an diadopsi Taliban, termasuk pembatasan pendidikan bagi perempuan serta aturan berpakaian. 

Naiknya Akhund sebagai perdana menteri memicu kekhawatiran bahwa Afghanistan akan kembali membatasi secara ketat peran perempuan. Namun Taliban berkali-kali menegaskan bahwa pemerintahan kali ini akan lebih toleran.

Pada 5 September lalu otoritas pendidikan di bawah pemerintahan Taliban mengeluarkan keputusan soal aktivitas dan penampilan perempuan di kampus, seperti wajib mengenakan niqab. Selain itu sebisa mungkin kelas dipisah antara laki-laki dan perempuan atau jika tidak memungkinkan ruangan disekat dengan tirai.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Salut! Afghanistan Kirim 530 Ton Bantuan ke Gaza meski Perekonomiannya Terpuruk

57 tahun lalu

Brutal! Jet-Jet Tempur Pakistan Bombardir Rumah Sakit di Afghanistan, 400 Orang Tewas

57 tahun lalu

Kemhan Afghanistan Klaim Hancurkan Pangkalan Militer Pakistan

57 tahun lalu

Afghanistan-Pakistan Perang Terbuka, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal