Sosok Hasan Akhund, Perdana Menteri Afghanistan yang Baru

Anton Suhartono
Hasan Akhund (Foto: Reuters)

Sebagai sosok cendekiawan agama konservatif, Akhund juga memberi perhatian terhadap aktivitas perempuan. Fatwanya pada 1990-an diadopsi Taliban, termasuk pembatasan pendidikan bagi perempuan serta aturan berpakaian. 

Naiknya Akhund sebagai perdana menteri memicu kekhawatiran bahwa Afghanistan akan kembali membatasi secara ketat peran perempuan. Namun Taliban berkali-kali menegaskan bahwa pemerintahan kali ini akan lebih toleran.

Pada 5 September lalu otoritas pendidikan di bawah pemerintahan Taliban mengeluarkan keputusan soal aktivitas dan penampilan perempuan di kampus, seperti wajib mengenakan niqab. Selain itu sebisa mungkin kelas dipisah antara laki-laki dan perempuan atau jika tidak memungkinkan ruangan disekat dengan tirai.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

All Sport
6 hari lalu

Indonesia–Afghanistan Jajaki Kerja Sama Futsal, FFI Buka Peluang hingga Olimpiade

Internasional
1 bulan lalu

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Afghanistan, 17 Orang Tewas

Internasional
2 bulan lalu

Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal