Soal Status Kashmir, PM Pakistan Bertekad Adukan India ke DK PBB

Nathania Riris Michico
PM Pakistan Imran Khan. (FOTO: AFP)

"Jika kita berperang sampai tetes darah terakhir, perang macam apa itu? Itu akan menjadi perang di mana tidak akan ada pemenang, semua orang akan menjadi pecundang. Implikasinya akan berdampak pada seluruh dunia dan pertanyaan selanjutnya adalah apakah saya harus melakukan pemerasan dengan senjata nuklir. Tidak, saya tidak akan melakukannya," kata Khan, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu (7/8/2019).

"Saya mengharapkan akal sehat, mengharapkan yang terbaik namun siap menghadapi yang terburuk. Apakah dunia siap menghadapi yang terburuk?" tanya Khan.

Khan mengimbau PBB dan badan-badan dunia lainnya untuk melakukan intervensi.

Partai Perdana Menteri India Narendra Modi, Bharatiya Janata (BJP), sejak lama mengkampanyekan diakhirinya status khusus yang diberikan kepada Kashmir dengan alasan status itu menghambat pembangunan dan memicu kaum muda di sana untuk bergabung dengan gerilyawan yang memerangi pemerintahan India.

Pakistan mengecam dan menolak pengumuman India pada Senin itu, menyebutnya langkah ilegal.

Para komandan militer senior Pakistan mengadakan pertemuan khusus untuk meninjau situasi keamanan setelah langkah kontroversial India. Militer Pakistan menyatakan, pihaknya tidak pernah mengakui ketentuan yang dicabut India itu karena merupakan bagian dari upaya "palsu" India dalam melegalkan pendudukannya atas Kashmir.

Demonstrasi anti-India juga pecah pada Selasa (6/8/2019) di kota-kota sepertiga wilayah Kashmir, yang secara administratif dikelola Pakistan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Brutal! Kereta Api Bawa Tentara Pakistan Mudik Idul Adha Dibom, 24 Orang Tewas

57 tahun lalu

Ingin Cepat Akhiri Perang, AS Kirim Proposal Damai Baru ke Iran

57 tahun lalu

Panglima Militer Pakistan Kunjungi Teheran, Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Tercapai?

57 tahun lalu

Trump: Perundingan Damai AS-Iran Berlanjut lewat Telepon, Bukan di Pakistan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal