Pelaku membawa lima senjata api (senpi) di tas, kemudian melepaskan tembakan membabi-buta ke teman-temannya dan guru di dua kelas. Senpi itu diketahui milik ayahnya seorang mantan polisi.
Kantor Kejaksaan Provinsi Kahramanmaras menyatakan, pelaku telah merencanakan serangan tersebut sebelumnya, berdasarkan temuan dari file komputernya. Penyelidikan awal mengungkap, remaja 14 tahun itu beraksi seorang diri.
Penembakan itu terjadi sehari setelah seorang alumni melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah Provinsi Sanliurfa, melukai 16 orang.