"Kami meminta agar umat beriman tetap tenang dan menghindari spekulasi di media sosial sementara polisi melakukan penyelidikan. Gereja tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun," kata Keuskupan Agung Singapura.
Gereja juga meminta umat berdoa agar Pastor Lee segera pulih, juga mendoakan penyerang, serta semua yang hadir dalam misa, terutama anak-anak.
Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura Edwin Tong dalam sebuah unggahan di Facebook mengatakan, syok dengan kejadian tersebut.
"Pelaku telah ditangkap dan senjatanya diamankan. Paramedis sedang menangani pastor tersebut. Dia dibawa ke rumah sakit dan dia sadar. Berdoa agar dia baik-baik saja."
Dia menegaskan, kekerasan dalam bentuk apa pun dan untuk alasan apa pun, sama sekali tidak memiliki tempat di Singapura, apalagi di tempat ibadah. Pihak berwenang terkait akan menyelidiki insiden ini dan menanganinya dengan tepat.