Ahmed Bayram dari Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengatakan, upaya membangun kembali tidak akan mungkin tanpa komitmen Israel untuk membuka akses masuk material dan peralatan konstruksi.
“Tantangannya sangat besar, dan dunia harus bersatu. Tapi Israel harus terlebih dulu mengizinkan perbaikan infrastruktur dan jalan,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan paradoks, negara yang menghancurkan Gaza justru menjadi pihak yang menentukan seberapa cepat dia bisa dibangun kembali.
Siapa yang Akan Menanggung Biaya?
Bank Dunia dan Uni Eropa telah menyiapkan kerangka pendanaan awal, namun jumlahnya masih jauh dari kebutuhan.
Negara-negara Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi kemungkinan akan menjadi penyumbang utama, sementara negara-negara Barat masih terbagi antara kepedulian kemanusiaan dan kepentingan politik.