Sheikh Hasina Mundur, Peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus Diusulkan Jadi Pemimpin Sementara

Anton Suhartono
Muhammad Yunus, peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006, diusulkan mahasiswa sebagai kepala pemerintahan Bangladesh sementara (Foto: EPA-EFE)

Yunus merupakan tokoh intelektual yang berseberangan dengan pemerintahan Hasina. Di masa pemerintahan Hasina, Yunus menghadapi sejumlah tuduhan korupsi hingga diadili. 

Pria yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian pada 2006 itu menyebut pengunduran diri Hasina sebagai hari pembebasan kedua di Bangladesh. 

Yunus bukan satu-satunya tokoh yang diajukan aktivis mahasiswa untuk mengisi pemerintahan sementara. Para demonstran akan mengumumkan lebih banyak nama untuk mengisi pos-pos tertentu.

Bangladesh diguncang demonstrasi besar-besaran di penjuru negeri sejak beberapa pekan. Awalnya mereka menentang rencana pemerintah untuk memangkas kuota PNS untuk para veteran dan keluarganya yang berperan dalam meraih kemerdekaan dari Pakistan. 

Namun tuntutan demonstran meluas, terutama setelah banyaknya korban yang berjatuhan. Massa menuntut Hasina mundur dari jabatannya.

Puncaknya, demonstran sengaja melanggar penerapan jam malam oleh militer pada Senin dini hari untuk menggeruduk kediaman dinas Hasina. Kemudian pagi harinya, dia kabur bersama adiknya menggunakan helikopter militer. Persinggahannya adalah India, namun laoporan media di negara itu, Hasina ingin meminta suaka ke Inggris.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
16 hari lalu

Dikritik gegara Nobel Perdamaian, Norwegia Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza 

Internasional
30 hari lalu

Trump Ungkit Hadiah Nobel Perdamaian Lagi, Sebut Norwegia Bodoh

Internasional
31 hari lalu

AS Serang Venezuela, Rusia Sindir Ambisi Trump Raih Nobel Perdamaian

Internasional
1 bulan lalu

Peraih Nobel Perdamaian 2025 Sebut Trump Layak Dapat Hadiah Serupa karena Tangkap Maduro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal