Setelah Puji Putin, Trump Bakal Jatuhkan Sanksi Berat untuk Rusia

Anton Suhartono
Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi berat dan memberlakukan tarif kepada Rusia (Foto: AP)

Trump sebelumnya menghadapi kritik karena lebih membela Putin ketimbang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dia bahkan menuduh Ukraina yang lebih dulu yang memulai perang.

Sementara itu, Rusia, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, menjadi sasaran sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Biden  serta negara-negara sekutu setelah menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Sanksi AS terhadap Rusia mencakup tindakan yang bertujuan untuk membatasi pendapatan minyak dan gasnya, termasuk pembatasan 60 dolar AS per barel untuk ekspor minyak Rusia.

Trump juga telah menghentikan bantuan militer serta intelijen ke Ukraina guna menekan negara itu agar menerima kesepakatan gencatan senjata. Sebelum itu, Trump dan Zelensky terlibat cekcok saat pertemuan di Gedung Putih pada Jumat pekan lalu.

Zelensky meninggalkan AS, bahkan diusir dari Gedung Putih, tanpa membawa pulang hasil apa pun. Namun sikapnya berubah sejak itu dan telah menghubungi Trump untuk melanjutkan pembiacaraan, termasuk membahas kesepakatan pengiriman mineral langka Ukraina ke AS. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

57 tahun lalu

Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal