Sehari setelah insiden itu, melalui akun X, Menteri Keamanan Nasional Israel tersebut menyerukannm agar seluruh Lebanon dibumi hanguskan.
Dia juga menyampaikan pernyataan yang lebih kontroversial lagi, “Untuk setiap air mata seorang ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis," seruan yang dinilai mendorong lebih banyak pembunuhan terhadap warga Lebanon.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang masih memanas, meskipun Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang mencakup upaya mengakhiri permusuhan di Lebanon.
Namun pada Jumat (19/6/2026), AS mengumumkan telah tercapai gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel. Pengumuman itu datang setelah serangkaian serangan terbaru Israel ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai beberapa lainnya.