Sering Dirayu Barat agar Ikut Sanksi Rusia, Turki: Kami Tak Akan Melakukan Itu!

Ahmad Islamy Jamil
Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin. (Foto: Reuters)

Di sisi lain, kata Kalin, Turki juga mengambil peran sebagai penengah dalam konflik Rusia-Ukraina, sehingga tidak mungkin bagi Ankara untuk memihak salah satu dari negara yang sedang berperang itu.

“Ada peran perantara kami, karena semuanya berjalan melalui Turki,” tuturnya.

Kalin menambahkan, tindakan militer Rusia di Ukraina tidak terjadi begitu saja, melainkan juga dipicu oleh langkah-langkah yang diambil oleh NATO dan Barat di kawasan tersebut.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.
 
Negara-negara Barat menanggapi agresi militer Moskow itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Rusia. Pada saat yang sama, mereka juga meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

AS Akan Serang Iran Habis-habisan jika Terus Ulur Waktu Sepakati Perdamaian

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Chatib Basri Sebut Ekonomi RI 2026 Tak Sama dengan Era Krisis 98, Ini Penjelasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal