"Kami berada di puncak kampanye yang berat. Hamas dan Jihad Islam akan membayar dengan harga yang sangat mahal atas permusuhan mereka, mereka akan kehilangan darah," kata Netanyahu, dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dilaporkan kembali Reuters, Rabu (12/5/2021).
Israel mengerahkan 80 jet tempur untuk mengebom Gaza. Bukan hanya itu, militer Zionis mengirim pasukan infanteri serta kendaraan lapis baja ke perbatasan.
Pengerahan pasukan ini mengingatkan kembali akan perang besar terakhir kedua pihak pada 2014. Lebih dari 2.100 warga Gaza tewas dalam perang selama 7 pekan itu. Sementara dari pihak Israel 73 orang tewas. Perang itu juga menghancurkan ribuan rumah di Gaza.
Pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan Israel telah menyalakan api di Yerusalem dan Al Aqsa dan dampaknya meluas hingga Gaza. Dia menegaskan Israel harus bertanggung jawab dengan segala konsekuensinya.
Dia mengatakan, Qatar, Mesir, dan PBB telah melakukan kontak agar kedua pihak meredakan ketegangan.