“Yang terpenting saat ini adalah adanya waktu jeda (gencatan senjata) kemanusiaan untuk mendapatkan dukungan, untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada 2 juta orang (di Gaza) yang kini berada dalam situasi yang sangat mengerikan,” katanya kepada wartawan.
Sejak 7 Oktober sampai hari ini, sudah lebih dari 8.000 orang Palestina gugur akibat serangan Israel di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan setempat. Sementara zionis mengklaim serangan Hamas pada 7 Oktober menewaskan 1.400 orang Israel.
“Apa yang kami lihat di Gaza adalah situasi kemanusiaan yang sangat dramatis,” kata Barth Eide.
Dia menyebut kondisi di Gaza mengerikan karena sebagian besar warga di wilayah kantong Palestina itu terputus dari akses air, listrik, dan pasokan medis setelah berminggu-minggu dihantam bom dari Israel.
Barth Eide menjelaskan, citra satelit yang menunjukkan bahwa seluruh wilayah telah dibom Israel, rumah ribuan warga hancur, dan fasilitas medis juga diserang. Dia pun memastikan, kondisi tersebut jelas bermasalah dari perspektif hukum humaniter internasional.
Norwegia adalah sekutu Amerika Serikat di NATO. Negara Eropa ini pernah berperan sebagai fasilitator dalam perundingan 1992-1993 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang menghasilkan Perjanjian Oslo pada 1993. Sejak itu, Norwegia tetap terlibat sebagai ketua kelompok donor yang mengoordinasikan bantuan internasional ke berbagai wilayah Palestina.