Sekolah Ditutup, Anak-Anak Afghanistan Terpaksa Kerja di Ladang Opium Milik Taliban

Arif Budiwinarto
Seorang anak Afghanistan terpaksa menjadi petani opium setelah sekolahnya ditutup karena pembatasan wilayah (lockdown) saat pandemi Covid-19. (foto: NBC)

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada Juni menemukan banyak pemilik ladang opium di barat dan selatan Afghanistan kekurangan tenaga kerja akibat penutupan perbatasan dengan Pakistan.

Terlepas dari banyaknya program pemberantasan selama bertahun-tahun, petani Afghanistan terus menanam bungan poppy (opium) tanpa takut tersentuh hukum. Sebab, pejabat pemerintah dan milisi Taliban sering kali mendapat untung dari perdagangan bahan baku obat bius tersebut.

Sebagian besar produksi opium berpusat di perbukitan bagian selatan yang dikuasai Taliban, serta di perbatasan timur negara itu dengan Pakistan.

Taliban telah lama mengambil keuntungan dari bunga poppy dengan mengenakan pajak pada petani dan pedangang, dan menjalankan pabrik pengolahan mengubah opium mentah menjadi morfin atau heroin untuk eskpor ke Pakistan dan Iran.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
8 hari lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

All Sport
9 hari lalu

Indonesia–Afghanistan Jajaki Kerja Sama Futsal, FFI Buka Peluang hingga Olimpiade

Internasional
1 bulan lalu

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Afghanistan, 17 Orang Tewas

Internasional
2 bulan lalu

Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal