Sejarah Chora Kariye, Bangunan Bekas Gereja yang Diubah Kembali Jadi Masjid oleh Erdogan

Anton Suhartono
Penampakan dalam Museum Kariye (Foto: Church of Chora)

JAKARTA, iNews.id - Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan kembali mengeluarkan perintah untuk mengubah museum menjadi masjid. Kali ini Museum Kariye yang dulunya merupakan gereja Ortodoks peninggalan Bizantium bernama Chora, diubah menjadi masjid.

Perjalanan kisah Museum Kariye mirip dengan Hagia Sophia, juga di Istanbul, yang lebih dulu diubah menjadi masjid pada bulan lalu.

Gereja Holy Saviour in Chora diubah menjadi masjid sekitar 50 tahun setelah penaklukan Konstantinopel oleh kekhalifahan Turki Utsmani pada 1453.

Setelah Perang Dunia II, Masjid Kariye diubah menjadi museum oleh Mustafa Kemal Attaturk, demi mendorong terciptanya republik baru yang sekuler dan menghilangkan jejak kekhalifahan Utsmani. Sekelompok sejarawan seni asal Amerika Serikat membantu memulihkan kembali mosaik gereja dan membukanya untuk umum pada 1958.

Pada awalnya, Chora dibangun di luar tembok Kota Konstantinopel dan tetap menggunakan nama yang sama setelah tembok diperluas oleh Theodosius II pada 413–414. Nama ini berasal dari kata Yunani, Hora, yang berarti 'negara' atau 'tanah', mengacu pada lokasi berdirinya serta mengusung makna simbolik karena mosaik gereja menggambarkan Yeus Kristus sebagai tanah kehidupan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 hari lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

12 hari lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

16 hari lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

1 bulan lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal