Sebut Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis, AS Tangguhkan Perjalanan

Anton Suhartono
(Foto: Reuters)

Usai mengunjungi Myanmar pada pekan lalu, Tillerson sempat mengatakan bahwa saat itu pemberian sanksi belum tepat bagi Mynamar. Pernyataannya pada Rabu kemarin cukup mengejutkan karena berbalik 180 derajat.

Sanksi ini dimaksudkan untuk menekan kalangan pemimpin sipil serta militer atas sikap mereka atas Muslim Rohingya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) telah menyampaikan laporan mereka dan menuduh militer Myanmar melakukan banyak tindak kejahatan, termasuk pembunuhan serta pemerkosaan massal dan pembakaran sejak 25 Agustus. Sejak itu lebih dari 600.000 warga Muslim terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

57 tahun lalu

AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?

57 tahun lalu

Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal