Saudaranya, yang hanya beberapa kursi darinya, tewas dalam kecelakaan itu, kehilangan yang menghancurkan fondasi keluarganya.
Ramesh menceritakan bagaimana PTSD menghantuinya setiap hari.
Dia merasa mustahil untuk mengingat kembali momen kecelakaan itu, membuatnya tak bisa tidur setiap malam.
"Saya hanya satu-satunya yang selamat. Tapi saya masih belum percaya. Ini sebuah keajaiban," tuturnya.
"Saya juga kehilangan adik saya. Saudara laki-laki saya adalah tulang punggung saya. Beberapa tahun terakhir, dia selalu mendukung saya," ujarnya, melanjutkan.
Ibunda Ramesh juga sangat terpukul dengan kejadian itu, mengisolasi diri di rumah.