Satu Keluarga Muslim Dibunuh di Kanada, Polisi Bakal Dakwa Pelaku dengan UU Terorisme?

Ahmad Islamy Jamil
Warga Kota London di Ontario, Kanada, meletakkan bunga di lokasi pembunuhan satu keluarga Muslim di kota itu, Senin (7/6/2021), sebagai wujud rasa berkabung. (Foto-foto: Reuters)

Polisi di London—kota yang terletak sekitar 200 km di barat daya Toronto itu—sedang berkonsultasi dengan Royal Canadian Mounted Police (Angkatan Kepolisian Kerajaan Kanada) dan jaksa tentang kemungkinan mengajukan tuntutan terorisme terhadap Veltman.

Menurut polisi, tersangka tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Masih belum diketahui apakah pelaku merupakan anggota kelompok pengusung kebencian terhadap agama atau ras tertentu di negara itu. Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya orang lain yang terlibat dalam aksi sadis pelaku.

Veltman ditangkap di tempat parkir sebuah mal tanpa perlawanan.

Polisi belum merilis nama para korban. Akan tetapi, London Free Press melaporkan, di antara korban yang tewas adalah Syed Afzaal (46); istrinya, Madiha Salman (44), dan; putri mereka yang berusia 15 tahun, Yumnah Afzaal. Ibu Syed Afzaal yang berusia 74 tahun, yang namanya belum dikonfirmasi, juga meninggal. 

Sementara, putra dari pasangan suami istri itu, Faez Afzaal yang berusia 9 tahun, saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius namun tidak mengancam jiwanya.

Keluarga Afzaal berimigrasi dari Pakistan sekitar 14 tahun lalu, menurut laporan media.

Salah satu saksi mata, Paige Martin mengatakan kepada wartawan, sebuah truk hitam menerobos lampu merah saat dia berjalan, dan kemudian tiba di tempat kejadian. Dia pun melihat keluarga itu ditabrak. “Kejadian itu benar-benar seperti sesuatu yang tidak pernah ingin aku lihat,” tuturnya.

Serangan kali ini adalah yang terburuk terhadap umat Islam Kanada, sejak seorang pria menembak mati enam jamaah masjid di Kota Quebec pada 2017. Wali Kota London, Ed Holder mengatakan, pembunuhan keluarg Afzaal adalah pembunuhan massal terburuk yang pernah terjadi di kotanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Selangkah Lagi

57 tahun lalu

Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira

57 tahun lalu

Brutal! Kereta Api Bawa Tentara Pakistan Mudik Idul Adha Dibom, 24 Orang Tewas

57 tahun lalu

Ingin Cepat Akhiri Perang, AS Kirim Proposal Damai Baru ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal