Sah, Selandia Baru Larang Penjualan Senapan Militer dan Semi-Otomatis

Nathania Riris Michico
PM Selandia Baru Jacinda Ardern. (FOTO: David Lintott / AFP)

WELLINGTON, iNews.id - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan pada Kamis (21/3/2019) larangan penjualan senapan serbu dan semi-otomatis sebagai tanggapan atas serangan teror Christchurch yang menewaskan 50 orang pekan lalu.

"Saya mengumumkan bahwa Selandia Baru akan melarang semua senjata semi-otomatis gaya militer. Kami juga akan melarang semua senapan serbu," kata Ardern, seperti dilaporkan AFP.

Dia juga mengumumkan langkah sementara untuk menghentikan pembelian senapan sebelum undang-undang diberlakukan.

Ardern juga menyebut magazine dan perangkat berkapasitas tinggi mirip dengan stock bump -yang bisa membuat senapan menjadi semi-otomatis- juga akan dilarang.

"Singkatnya, setiap senjata semi-otomatis yang digunakan dalam serangan teroris pada Jumat lalu akan dilarang di negara ini," katanya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Brutal! Kelompok Bersenjata Serbu Ladang di Nigeria, Tembak Mati 17 Petani

57 tahun lalu

Komnas HAM: Korban Penembakan di Kembru Papua Tengah Bertambah Jadi 12 Orang

57 tahun lalu

Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, 9 Orang Terluka 

57 tahun lalu

Pemain Piala Dunia 2026 Paling Tidak Dikenal Mendadak Viral Berkat Media Sosial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal