Setelah itu Putin merespons dengan memerintahkan persiapan infrastruktur untuk pengoperasian Burevestnik.
"Kita perlu menentukan kemungkinan penggunaannya dan mulai mempersiapkan infrastruktur untuk menyebar senjata-senjata ini ke militer kita," kata Putin, kepada Gerasimov.
Putin mengklaim rudal tersebut kebal terhadap sistem pertahanan rudal yang beroperasi saat ini dan yang akan datang, karena jangkauannya yang hampir tak terbatas dan kemampuan manuvernya yang tak terduga.
Burevestnik, NATO menyebutnya dengan Skyfall, mendapat penilaian rendah dari para pakar Barat. Penggunaan tenaga nuklir untuk rudal tersebut disebut tidak andal. Para pengamat juga menilai, rudal seperti itu bisa menimbulkan ancaman lingkungan.
Putin pertama kali mengungkapkan pengembangan senjata ini pada 2018 saat menyampaikan pidato kenegaraan. Dia mengklaim senjata itu memiliki jangkauan tak terbatas, memungkinkannya mengelilingi dunia, tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan mana pun.