Rusia Tuduh AS Terlibat dalam Serangan ke Krimea Pakai Bom Klaster, Pentagon Ogah Komentar

Anton Suhartono
Ilustrasi Pentagon enggan mengomentari tuduhan Rusia soal keterlibatan negaranya dalam serangan bom klaster di Sevastopol, Krimea (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) enggan mengomentari tuduhan Rusia soal keterlibatan negaranya dalam serangan di Sevastopol, Semenanjung Krimea, Minggu (23/6/2024). Serangan itu menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 150 orang.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia menyebut, Ukraina melancarkan serangan menggunakan rudal ATCMS yang dipasangi hulu ledak klaster atau bom tandan. Empat rudal ditembak jatuh, sementara satu lainnya meledak di udara memuntahkan amunisi-amunisi ke kawasan pantai Laut Hitam dipadati penduduk yang sedang berlibur.

Di antara korban tewas adalah dua anak-anak. Selain itu 27 dari total korban luka juga anak-anak.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada kantor berita RIA mengetahui laporan tersebut namun tidak bisa menyampaikan apa-apa.

Kemhan Rusia menyebut serangan Ukraina menggunakan rudal yang dipasok AS itu sebagai serangan teroris yang direncanakan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS

57 tahun lalu

Diam-Diam Pemerintahan Trump Kontak Oposisi Israel, Ingin Singkirkan Netanyahu?

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal