Kepala militer perlindangan radiasi dan biologi Rusia itu menyebut, dokumen yang diterbitkan Giorgadze mengisyaratkan kegiatan yang lebih jahat sedang terjadi di bawah naungan penelitian sipil.
Dia mencatat, dokumen Giorgadze mengutip kematian 73 sukarelawan yang mengambil bagian dalam tes obat baru di laboratorium pada 2015 hingga 2016. Klaim ini belum dikonfirmasi secara independen.
Kirillov menuduh kematian itu menunjukkan Pusat Penelitian Lugar menggunakan para sukarelawan sebagai kelinci percobaan dalam pengujian racun mematikan baru.
"Kematian yang hampir bersamaan dari sejumlah besar relawan memberikan alasan untuk percaya bahwa Pusat Lugar sedang meneliti zat kimia atau biologis yang sangat beracun dan sangat mematikan," katanya, seperti dilaporkan AP, Jumat (5/10/2018).
Jenderal Rusia itu juga mengklaim, penyebaran penyakit virus di Rusia selatan bisa dikaitkan dengan kegiatan di Pusat Penelitian Lugar. Hal itu merujuk pada penyebaran demam babi Afrika (ASF) dari Georgia sejak 2007 yang menyebabkan kerugian besar bagi sektor pertanian Rusia.