Rusia Tak Akan Mulai Perang dengan Ukraina, tapi...

Umaya Khusniah
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. (Foto: Reuters)

Sementara Moskow dan Barat sedang mempertimbangkan langkah mereka selanjutnya, NATO mengatakan pihaknya memperkuat pencegahannya di wilayah Laut Baltik. AS memerintahkan 8.500 tentara dalam siaga lebih tinggi untuk kemungkinan penempatan ke Eropa.

Rusia telah meluncurkan serangkaian latihan militer yang melibatkan unit infanteri dan artileri bermotor di Rusia barat daya, pesawat tempur di Kaliningrad di Laut Baltik, puluhan kapal perang di Laut Hitam dan Kutub Utara. Militer Rusia juga telah memindahkan pasukan ke Belarus, yang berbatasan dengan Ukraina, untuk latihan gabungan. 

Ini membuat Barat khawatirMoskow dapat melancarkan serangan dari utara.

Sementara kekhawatiran meningkat tentang invasi, Ukraina sudah dilanda konflik.  Penggulingan presiden yang bersahabat dengan Kremlin di Kyiv pada 2014, Moskow mencaplok Semenanjung Krimea Ukraina dan mendukung pemberontakan di jantung industri timur negara itu. 

Pertempuran antara pasukan Ukraina dan pemberontak yang didukung Rusia telah menewaskan lebih dari 14.000 orang. Sementara upaya mencapai penyelesaian terhenti. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

57 tahun lalu

Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran

57 tahun lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

57 tahun lalu

PM Israel Netanyahu: Perang Lawan Iran Belum Selesai!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal