Rusia menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut pada 2007 dan menghentikan partisipasi aktifnya pada 2015.
Pada Mei lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang mengakhiri pakta tersebut, sehingga memicu kecaman dari NATO karena dianggap merusak keamanan Euro-Atlantik.
Perang di Ukraina yang berlangsung sejak 24 Feburari 2022 telah memicu krisis terburuk dalam hubungan Moskow dengan Barat sejak berakhirnya Perang Dingin. Pada akhir pekan lalu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, hubungan Rusia dengan Amerika Serikat kini berada di bawah nol.
“Perjanjian CFE disepakati pada akhir Perang Dingin, ketika pembentukan arsitektur baru keamanan global dan Eropa berdasarkan kerja sama tampaknya mungkin dilakukan, dan upaya yang tepat telah dilakukan,” kata Kemlu Rusia.
Namun, tindakan Amerika Serikat untuk memperluas NATO menyebabkan negara-negara aliansi secara terbuka menghindari pembatasan kelompok tersebut. “Dengan demikian, Perjanjian CFE dalam bentuk aslinya kehilangan kontak dengan kenyataan,” ungkap kementerian itu lagi.