Menurut empat sumber terpercaya, saat ini ada kekhawatiran di kalangan komunitas intelijen AS bahwa para peretas bakal menggunakan alat serupa untuk masuk ke lembaga-lembaga pemerintah lainnya.
Pada Minggu (13/12/2020) malam, perusahaan IT SolarWinds yang berbasis di Austin, Texas, mengatakan bahwa pembaruan perangkat lunak yang dirilis pada Maret dan Juni lalu mungkin telah dirusak secara diam-diam oleh para peretas.
“Mereka merusaknya dalam serangan rantai pasokan yang sangat canggih, memiliki target, dan manual, (yang dilakukan) oleh sebuah negara bangsa,” ungkap perusahaan itu.
SolarWinds enggan mengomentari rumor yang menyebutkan peretasan di Departemen Keuangan AS terjadi melalui mereka. Akan tetapi, dua sumber Reuters yang mengetahui proses penyelidikan perkara itu mengatakan, perusahaan itu diyakini sebagai saluran yang digunakan para peretas.