Militer Zionis menyerang lebih dari 250 target di seluruh Suriah sejak Minggu dengan dalih mengincar fasilitas militer dan persenjataan yang peninggalan rezim Bashar Al Assad. Padahal fasilitas sipil juga menjadi target serangan.
"Tindakan-tindakan ini tidak berkontribusi untuk menstabilkan situasi di Suriah. Sebaliknya, mereka semakin memperburuk kondisi yang sudah sangat sulit yang telah berkembang di negara itu dalam beberapa hari terakhir," katanya.
Zakharova juga menuntut tanggung jawab Israel atas segala perbuatan dan dampaknya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu secara sepihak mengklaim, perjanjian tahun 1974 dengan Suriah soal Dataran Tinggi Golan yang disepakati setelah Perang Yom Kippur telah batal. Alasannya pasukan Suriah telah meninggalkan posisi mereka di tengah pengambilalihan wilayah oleh kelompok oposisi bersenjata Suriah.
Netanyahu memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk menduduki zona penyangga antara Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel. Meski demikian beberapa saksi melihat pergerakan tentara Israel di sebelah selatan Provinsi Damaskus atau berjarak sekitar 50 km. Ini menandakan ada pergerakan maju dari pasukan Israel.
IDF membantah laporan yang pertama diangkat oleh media Arab Saudi itu dengan penjelasan tentaranya tak meninggalkan zona penyangga.