Rusia dan Inggris Dilaporkan Akan Kembalikan Diplomat Masing-Masing

Anton Suhartono
Pasukan Inggris mengenakan pakaian khusus memindahkan mobil yang diduga terpapar Novichok di Salisbury (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Rusia mengklaim hubungan diplomatiknya dengan Inggris segera pulih. Kedutaan Rusia di London mengklaim, pemerintahannya telah mencapai kesepakatan dengan Inggris untuk mengembalikan staf kedutaan besar masing-masing negara mulai Januari 2019.

Inggris mengusir puluhan diplomat Rusia, demikian pula sebaliknya, pada Maret 2018 menyusul tuduhan keterlibatan Negeri Beruang Merah tersebut atas upaya pembunuhan mantan agen ganda Sergei Skripal.

Sergei dan anaknya, Yulia, ditemukan tak sadarkan diri di bangku taman pusat perbelanjaan di Salisbury karena terpapar zat kimia pelumpuh saraf Novichok, namun keduanya lolos dari maut.

Novichok merupakan senjata kimia yang dikembangkan Uni Soviet dan pernah digunakan pada perang dunia. Saat ini penggunaannya sudah dilarang.

"Kami sudah mencapai kesepakatan umum bahwa akan mengembalikan staf doplomatik di Moskow dan London pada Januari," kata Duta Besar Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko, dalam wawancara dengan kantor televisi seperti diberitakan kembali kantor berita Tass, Jumat (28/12/2018).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal