“Seperti telah disampaikan Presiden (Donald Trump), AS kembali akan melakukan uji coba secara setara," ujarnya, dalam acara di Hudson Institute.
AS, lanjut dia, masih membuka peluang untuk pembicaraan stabilitas strategis di masa depan mencakup isu-isu uji coba nuklir dan mekanisme verifikasi dengan negara lain, khususnya Rusia dan China.
“Saat kita mempelajari perundingan stabilitas strategis ini, mungkin akan membahas isu-isu uji coba nuklir dan beberapa cara verifikasi,” kata Yeaw.