MOSKOW, iNews.id - Istana Kepresidenan Rusia Kremlin membantah tuduhan pejabat Amerika Serikat (AS) soal uji coba senjata nuklir. Tuduhan semacam itu menjadi alasan bagi AS untuk melakukan hal serupa.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AS untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional Thomas DiNanno pekan lalu mengklaim pemerintahannya memiliki bukti bahwa Rusia dan China melakukan uji coba ledakan nuklir yang melanggar moratorium serta berusaha menutupinya.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia dan China tidak melakukan uji coba nuklir apa pun pada 2020.
"Kami mendengar banyak referensi tentang uji coba tertentu, dan baik Rusia maupun China telah disebutkan dalam hal ini. Baik Rusia maupun China tidak melakukan uji coba nuklir apa pun," kata Peskov, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (18/2/2026).
Bantahan serupa, lanjut Peskov, juga telah disampaikan perwakilan diplomatik China di AS.
Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) AS untuk Pengendalian Senjata dan Nonproliferasi Christopher Yeaw mengatakan, AS akan melakukan uji coba nuklir kembali demi kesetaraan karena Rusia dan China juga melakukannya.
Dia menegaskan uji coba nuklir AS tak akan memicu ledakan cawan besar-besaran.