Dia menjelaskan, meskipun berupa roket propelan cair, Sarmat berakselerasi hampir secepat rudal dengan motor roket padat ringan. Hal ini menurut dia menjadi salah satu alasan mengapa Sarmat akan sangat sulit untuk dicegat.
Kepala Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), Dmitry Rogozin mengatakan, Moskow akan menguji Sarmat sepanjang tahun ini. Militer Rusia juga akan mulai menerima rudal tersebut pada musim gugur 2022.
Roscosmos berencana membangun total 46 rudal Sarmat untuk kebutuhan militer Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Sarmat mampu menyerang target pada jarak jauh menggunakan berbagai lintasan penerbangan. Rudal itu juga dijamin mampu mengatasi sistem pertahanan rudal yang ada maupun yang prospektif.
Peluncuran uji coba pertama rudal Sarmat dilakukan pada 20 April lalu. Menurut Wakil Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia Sergei Poroskun, Sarmat akan bertugas selama 50 tahun untuk pertahanan Rusia.