Selama berkuasa, Marcos Sr muncul sebagai diktator yang tak segan-segan menghabisi lawan politiknya. Dia pun lengser dari kekuasaan lewat revolusi rakyat yang dikenal dengan sebutan “People Power”. Dia dan keluarganya lantas mengasingkan diri ke luar negeri.
Ribuan lawan politik Marcos dipenjara, dibunuh, atau dihilangkan paksa selama pemerintahannya. Nama keluarga pun menjadi identik dengan kronisme, korupsi, penghamburan uang negara.
Akan tetapi, keluarga Marcos selalu menolak tuduhan soal penggelapan uang rakyat.