Dalam momen tersebut, dia dikelilingi oleh keluarga dekatnya. Di antara mereka ada saudara perempuannya, Imee Marco yang juga berkecimpung di bidang politik, yakni sebagai senator Filipina. Ada pula sang ibu, Imelda Marcos, yang kini sudah berusia 92 tahun, juga pernah empat kali menjabat anggota Kongres Filipina.
Dalam pidatonya, Bongbong memuji pemerintahan mendiang ayahnya. Akan tetapi, dia mengatakan, masa kepresidenannya saat ini bukan lagi berbicara tentang masa lalu, melainkan masa depan yang lebih baik.
“Saya pernah mengenal seorang pria (maksudnya sang ayah, Marcos Sr—red) yang melihat sedikit yang telah dicapai sejak kemerdekaan. Tetapi dia melakukannya kadang-kadang dengan dukungan yang dibutuhkan, kadang tanpa dukungan,” katanya.
“Begitu juga dengan putranya. Anda tidak akan mendapat alasan dari saya. Jangan melihat ke belakang dalam kemarahan atau nostalgia,” ucapnya.
Ferdinand Marcos Sr memerintah Filipina selama dua dekade dari 1965 hingga 1986. Hampir separuh dari masa jabatannya Filipina di bawah darurat militer.