Ratusan Warga Selandia Baru Hubungi Polisi untuk Serahkan Senjata

Nathania Riris Michico
Petugas polisi bersenjata mengamankan wilayah Christchurch sebelum salat Jumat di Hagley Park. (Foto: Reuters)

Aturan keras itu berlaku untuk pembelian senjata baru, namun juga secara efektif membuat senjata yang sudah dimiliki warga Selandia Baru menjadi ilegal.

Dalam 20 jam pertama setelah pelarangan diberlakukan, hampir 500 orang menelepon hotline khusus yang dibentuk oleh polisi agar orang-orang menyerahkan senjata mereka. Senjata itu akan diganti dengan uang, seperti yang diatur dalam undang-undang baru itu.

Asisten Komisaris Polisi Tusha Penny mengatakan, lebih dari 1.000 orang memberi tahu polisi secara online bahwa mereka ingin menyerahkan senjata mereka.

Namun, di saat reformasi senjata mendapat dukungan luas dari partai-partai politik berkuasa dan oposisi, beberapa menyatakan ketidakpuasan mereka dengan mengajukan formulir 'palsu.'

"Di saat orang-orang ini mungkin tidak memiliki pekerjaan produktif untuk dilakukan, polisi tidak," katanya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Pembunuh 51 Jemaah Salat Jumat di Selandia Baru Ajukan Banding, Bawa-Bawa Trump

Nasional
8 hari lalu

Ogah Bayar Makan dan Aniaya Kekasih, WNA Selandia Baru Diusir dari Bali

Nasional
11 hari lalu

KKB Tembak Sopir Truk di Jalan Sepi Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Bergerak Cepat

Megapolitan
1 bulan lalu

Geger Aksi Curanmor Bersenpi di Palmerah, Warga Terluka Terkena Tembakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal