Rapid Test Antigen Pakai Alat Bekas, DPR: Usut Semua yang Terlibat

Felldy Aslya Utama
Ilustrasi Rapid Test (Foto: Antara)

Intinya, kata dia, tidak boleh ada penggunaan pelayanan tes Covid-19 mulai antigen atau PCR dengan alat sama lebih dari sekali. Penggunaan alat bekas sangat membahayakan karena bisa menjadi klaster baru. 

Mekeng juga meminta seluruh pihak terkait yang memiliki kewenangan agar lebih kontinu memastikan seluruh prosedur terkait layanan Covid-19 berjalan baik. Jangan sampai terjadi pelanggaran SOP hingga ke tingkat bawah.

“Kepada masyarakat luas bila menemukan hal-hal seperti ini laporkan kepada dinas kesehatan, satgas, atau kepolisian sehingga lebih awal dapat ditangani,” ucapnya.

Seperti diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara menggerebek pelayanan rapid test antigen yang diduga memakai alat bekas di Bandara Kualanamu, Rabu (28/4/2021). Dalam peristiwa ini lima petugas farmasi ditangkap.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

57 tahun lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal