Menurut perkiraan sejumlah perusahaan pemantau tenaga kerja, lebih dari 100.000 pekerja sektor teknologi kehilangan pekerjaan dalam setahun terakhir.
Sejumlah karyawan senior Oracle sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan melakukan PHK dalam jumlah besar pada April lalu. Namun, skala penuh dari pemangkasan tersebut baru diketahui setelah laporan tahunan perusahaan dipublikasikan.
Oracle menyebut langkah tersebut menimbulkan biaya pesangon dan biaya restrukturisasi lainnya sekitar 1,8 miliar dolar AS (sekitar Rp29 triliun) sepanjang tahun lalu.
Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan biaya restrukturisasi sebesar 374 juta dolar AS pada tahun fiskal sebelumnya.
Selain itu, Oracle juga mengakui bahwa proses restrukturisasi yang dijalankan dapat menimbulkan gangguan terhadap operasional perusahaan.