Puluhan kepala negara/pemerintahan serta utusan khusus negara-negara menghadiri pelantikan Prabowo-Gibran di Gedung DPR/MPR pada Minggu.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung beberapa hal terkait kebijakan luar negeri, yakni penegasan bahwa Indonesia menganut kebijakan bebas aktif serta kemerdekaan Palestina.
Prabowo menegaskan, Indonesia siap bersahabat dengan pihak mana pun.
"Nonblok, non-allign, kita tak mau ikut pakta-pakta militer mana pun. Kita memilih jalan bersahabat dengan semua negara," ujarnya, dalam pidato perdananya selama hampir 1 jam.
Indonesia juga ingim menjadi tetangga yang baik di kawasan serta mencari sebanyak-banyaknya teman. Mantan Menteri Pertahanan itu menyebut Indonesia menganut filosofi kuno, yakni 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak.
Namun Prabowo juga menegaskan, Indonesia punya prinsip dalam bersahabat.
"Prinsip kita adalah prinsip anti-penjajahan. Karena kita pernah mengalami penjajahan. Kita anti-penindasan karena kita pernah ditindas. Kita anti-rasialisme. Kita anti-apartheid, karena kita pernah mengalaminya," ujarnya.
Oleh karena itu, Indonesia harus juga membela rakyat-rakyat yang tertindas di seluruh dunia, termasuk Palestina.
"Karena itu kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina," katanya, yang disambut riuh para hadirin serta teriakan Free Palestine.