Faktor lain yakni kemampuan Pakistan dalam mengantisipasi serangan India juga sangat memengaruhi. Angkatan Udara (AU) Pakistan mengungkap data rinci mengenai pertempuran udara melibatkan jet tempurnya melawan India.
Wakil Kepala Operasi AU Pakistan Aurangzeb Ahmed menjelaskan, pertempuran pada 7 Mei lalu berlangsung selama lebih dari 1 jam.
Berdasarkan pengamatan militer, lanjut dia, India mengerahkan lebih dari 60 pesawat tempur, sebanyak 14 unit di antaranya adalah Rafale buatan Prancis.
Sedangkan Pakistan, kata Ahmed, mengerahkan 42 pesawat tempur berteknologi tinggi, termasuk F-16 buatan Amerika Serikat (AS) serta JF-17 dan J-10 buatan China.
Militer Pakistan sudah mengetahui bahwa India akan mengandalkan Rafale untuk serangan udaranya. Oleh karena itu, AU mempelajari kelemahan jet tempur tersebut.