Dia mengatakan, sampai hari ini Rusia belum mengerahkan kekuatan secara sungguh-sungguh untuk melancarkan operasi militer di Ukraina. Kendati pidatonya itu mengisyaratkan perang bakal berlangsung lama, Putin juga menyebut kemungkinan negosiasi tetap ada.
“Semua orang harus tahu bahwa, pada umumnya, kita belum memulai apa pun dengan sungguh-sungguh. Pada saat yang sama, kita juga tidak menolak pembicaraan damai. Tetapi mereka yang menolaknya harus tahu bahwa semakin jauh (konflik ini), semakin sulit bagi mereka untuk bernegosiasi dengan kita,” ucapnya.
Sejak melancarkan agresi ke Ukraina pada 24 Februari, pasukan Rusia berhasil merebut sebagian besar negara tetangganya itu. Pasukan Moskow menyelesaikan pengambilalihan Wilayah Luhansk di Ukraina Timur, Minggu (3/7/2022) lalu. Kini, Rusia tengah berfokus untuk merebut penuh Wilayah Donetsk.
Kepala negosiator Ukraina, Mykhailo Podolyak, menolak tuduhan Putin tentang rencana “Barat kolektif” atau perang proksi yang diarahkan Barat terhadap Rusia. Menurut dia, yang jelas-jelas terjadi saat ini adalah Rusia menyerang Ukraina.
“Tidak ada itu rencana 'Barat kolektif'. Yang ada itu tentara Z (maksudnya pasukan Rusia) tertentu memasuki Ukraina yang berdaulat, lalu menembaki kota-kota dan membunuh warga sipil,” cuit Podolyak di Twitter.
“... mantra Tuan Putin tentang ‘perang sampai orang Ukraina yang terakhir’ adalah bukti lain dari genosida Rusia yang disengaja,” ucapnya.