Profil Sheikh Hasina, PM Bangladesh yang Lengser Keprabon: dari Sosok Prodemokrasi jadi Diktator Bengis

Ahmad Islamy Jamil
Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina. (Foto: EPA)

Selama konferensi pers pada 14 Juli, Hasina ditanya oleh wartaean tentang protes mahasiswa terhadap kuota pekerjaan yang telah berlangsung selama lebih dari seminggu. Sebagai tanggapan, Hasina dengan nada meremehkan berkata, "Jika cucu para pejuang kemerdekaan tidak menerima manfaat (kuota) itu, siapa yang akan menerima? Cucu para Razakar?"

Komentarnya langsung memicu protes. Para mahasiswa merasa pernyataannya secara tidak adil mengabaikan upaya mereka untuk melawan sistem kuota yang diskrimintatif dalam memberikan kesempatan kerja yang setara di bidang pemerintahan. Sistem kuota yang diterapkan Hasina menyediakan sekitar 30 persen posisi untuk keturunan para pejuang kemerdekaan Bangladesh pada gerakan pembebasan tahun 1971.

Sejak kata "Razakar" itu terlontar dari mulut Hasina, para mahasiswa pun mulai berunjuk rasa dalam hitungan jam saja. Mereka berbaris melalui kampus Universitas Dhaka, meneriakkan slogan provokatif: "Siapakah Kita? Kita ini Razakar!" seru mereka.

Tanggapan Hasina pun sangat keras. Dia melibatkan sayap mahasiswa partainya, Liga Chhatra Bangladesh (BCL), dan polisi untuk meredakan aksi protes massal kaum pelajar itu. Hal tersebut menyebabkan pecahnya kekerasan yang memakan korban jiwa pada 16 Juli. Insiden tersebut menyebabkan enam orang tewas.

Selama empat hari berikutnya, lebih dari 200 orang tewas, dan sebagian besar adalah kalangan pelajar dan warga biasa. Sementara polisi dan kader bersenjata BCL melepaskan tembakan peluru tajam.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Prabowo: Saya Dituduh Jadi Diktator dan Mau Kudeta

Internasional
3 bulan lalu

Bangladesh Ancam India jika Tolak Ekstradisi Mantan PM Sheikh Hasina untuk Dihukum Mati

Internasional
3 bulan lalu

Bangladesh Desak India Ekstradisi Mantan PM Sheikh Hasina terkait Vonis Hukuman Mati

Internasional
3 bulan lalu

Gempa M5,5 yang Porak-Porandakan Bangladesh Terkuat sejak 100 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal