Selama menjabat wali kota, Erdogan dinilai berhasil mengatasi masalah-masalah di kota tersebut hingga menjadikannya sebagai salah satu kota metropolitan terpenting di dunia. Salah satu isu yang berhasil dia atasi adalah air dan sampah.
Erdogan membuat ratusan kilometer jalur pipa air baru dan memperbanyak fasilitas daur ulang sampah.
Jabatan Wali Kota Istanbul diembannya hingga November 1998. Setelah itu, Erdogan menjabat anggota Majelis Agung Nasional Turki untuk Siirt (2003-2007), anggota Majelis Agung Nasional Turki untuk Istanbul (2007-2014), Perdana Menteri Turki (2003-2014), sampai akhirnya menjadi presiden dari tahun 2014 hingga saat ini.
Setelah 10 tahun memerintah, Erdogan mulai bergerak untuk mencabut larangan berhijab bagi perempuan di layanan publik. Aturan larangan berjilbab diterapkan pada 1980 saat masa kudeta militer.
Melansir BBC, keputusannya itu mendapat banyak tentangan. Banyak pihak menilai Erdogan merusak pilar-pilar sekularisme yang diangkat Mustafa Kemal Attaturk.