Profil Ramzan Kadyrov, Pemimpin Chechnya yang Kirim 12.000 Pasukan ke Ukraina untuk Bantu Rusia

Anton Suhartono
Ramzan Kadyrov (Foto: Reuters)

Sejak itu, Kadyrov memimpin milisi dengan bantuan dari dinas intelijen Rusia FSB untuk melawan pemerintah. Sebelum menjadi presiden, dia juga pernah menjabat kepala Dinas Keamanan Kepresidenan Chechnya.

Kadyrov sempat diisukan tewas ditembak pengawalnya pada 28 April 2004.  Sebulan kemudian atau 9 Mei 2004, Kadyrov diangkat menjadi wakil perdana menteri Republik Chechnya. Setahun menjabat, dia mengklaim Chechnya sebagai tempat paling damai di Rusia. Dia juga mengatakan perang sudah berakhir dengan hanya sekitar 150 pemberontak yang tersisa.

Setelah kecelakaan mobil yang melukai Perdana Menteri Sergey Abramov pada Desember 2005, Kadyrov menjabat perdana menteri sementara. Kebijakannya yang populer saat itu melarang perjudian dan produksi minuman beralkohol.

Pada 1 Maret 2006, Sergey Abramov mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan digantikan Kadyrov. Tak butuh lama baginya menduduki jabatan presiden.

Pada 15 Februari 2007, Putin menandatangani dekrit yang menghapus jabatan Alkhanov dan mengangkat Kadyrov sebagai presiden Chechnya. Pada 2 Maret 2007, parlemen Chechnya menyetujui pencalonan tersebut. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Rudal Nuklir Sarmat Lulus Uji Coba, Putin Berterima Kasih kepada Ilmuwan Rusia

Internasional
2 hari lalu

Putin Banggakan Rudal Sarmat: 4 Kali Lebih Dahsyat daripada Rudal Negara Barat

Internasional
3 hari lalu

Wakil Wali Kota Ngamuk Lepaskan Tembakan di Gedung Dewan, Beberapa Luka

Buletin
3 hari lalu

Rusia Tegaskan Dukungan Program Nuklir Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal