Dia kemudian menikah dengan Christina Fu, pengusaha terkemuka, pada 1972. Dia bergabung dengan Kuo International, perusahaan perdagangan minyak milik ayah mertuanya Peter Fu, pada 1975. Dari perusahaan itu dia menghasilkan pundi-pundi dolar karena mampu memprediksi naik-turunnya harga minyak dengan akurat.
Ong kemudian menjajal peruntungan masuk ke bisnis properti. Dia mendirikan Hotel Properties Limited (HPL) pada 1980 dan mengakuisisi sejumlah hotel dan properti di lokasi strategis Singapura seperti Orchard Road. HPL listing di bursa Singapura pada 1982.
Hingga Desember 2022, HPL memiliki portofolio 38 hotel dan resor di 15 negara, termasuk Singapura, Amerika Serikat, Maladewa, dan Italia. Beberapa brand yang dia kelola adalah Four Seasons Hotels and Resorts, Hard Rock Hotels, dan Marriott International.
Sementara itu Christina menjalankan Como Hotels and Resorts, raksasa ritel Club 21 serta brand tas tangan Mulberry yang terdaftar di London.
Data Forbes September 2022 mengungkap, pasangan itu menduduki peringkat ke-24 orang terkaya di Singapura dengan perkiraan kekayaan bersih 1,7 miliar miliar dolar AS atau sekitar Rp25,5 triliun (kurs saat ini).