Profil dan Biodata Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Tokoh di Balik Burj Khalifa

Andrea Fairuz
Profil dan Biodata Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Profil dan Biodata Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum (74), Perdana Menteri Dubai yang menarik untuk diketahui. Dalam mencapai jabatan penting di pemerintahan, tentunya ada proses-proses yang perlu dilalui seseorang.

Melansir dari UAE Cabinet, Kamis (2/11/2023), Mohammed dikabarkan salah satu orang terkaya di dunia dan di Uni Emirat Arab. Ia juga diperkirakan memiliki bisnis yang bernilai miliaran USD dan dikenal sebagai orang yang dermawan. Apalagi, ia disebut-sebut sebagai ‘wajah’ Dubai karena peran bisnisnya dalam pembangunan Burj Khalifa dan Palm Island.

Burj Khalifa (Foto: Instagram)

Profil dan Biodata Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum 

Lahir dengan nama lengkap Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum pada tanggal 15 Juli 1949 di Dubai, Uni Emirat Arab. Mohammed adalah putra ketiga dari Sheikh Rashid bin Said Al Maktoum yang merupakan seorang penguasa Dubai dan kepala dinasti dari tahun 1958 sampai 1990. Mohammed menempuh pendidikan menengah di Dubai yang dilanjutkan belajar bahasa Inggris di Cambridge, Inggris. Setelah itu, ia melaksanakan pelatihan militer di salah satu sekolah kadet di Aldershot. 

Tahun 1971, Mohammed diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan mendapatkan tugas pertamanya untuk membangun Angkatan Pertahanan Federal. Setelah sang ayah jatuh sakit di awal tahun 1980 an, Mohammed beserta saudara-saudaranya mengambil alih urusan negara tersebut.

Setelah saudaranya, Maktoum, memimpin Dubai di tahun 1990, Mohammed dengan agresif menjalani proyek di Dubai untuk menarik investor barang mewah dan wisatawan bisnis internasional. Dua proyek besarnya berupa pembangunan pulau buatan, Palm Jumeirah dan hotel Burj Al-Arab atau Burj Khalifa. 

Tahun 2006, Mohammed mengambil alih Dubai dari Maktoum yang meninggal di tahun yang sama, dan kekuatan finansial Dubai saat itu membuatnya yakin untuk mengembangkan bisnis federalnya lebih jauh walaupun tindakan tersebut dapat melemahkan agenda kebijakan federal menurut konstitusi Abu Dhabi.

Dua tahun setelah itu, Dubai terkena dampak krisis keuangan global tahun 2007 sampai 2008 yang menghancurkan perekonomian. Tahun 2009, pemerintahan Dubai menyatakan bahwa mereka tidak mampu memenuhi pembayaran dan pengeluaran yang mendesak, seperti pembayaran utang senilai lebih dari $100 miliar. Abu Dhabi saat itu memberikan dana talangan sebesar $10 miliar untuk membantu menstabilkan perekonomian. Namun, tindakan yang terbilang lambat itu membuat Dubai mengandalkan kas minyak Abu Dhabi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
14 jam lalu

Prabowo bakal Bangun Gedung 40 Lantai untuk MUI hingga Baznas di Depan Bundaran HI

Internasional
5 hari lalu

Bikin Takjub! Dubai akan Bangun Jalan Berlapis Emas Pertama di Dunia

Niaga
24 hari lalu

Penjualan Mobil Anjlok, Mercedes-Benz Beralih Bangun Properti Mewah di Dubai

Destinasi
30 hari lalu

5 Alasan Dubai Wajib Didatangi, Wisatawan Indonesia Approved!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal