Malaysia mempercepat pemilu yang digelar pada Oktober 2022. Pakatan Harapan yang dipimpinnya memperoleh suara terbanyak, meski jumlah kursi di parlemen belum cukup untuk membentuk pemerintahan.
Anwar, dengan dukungan raja, lalu membentuk pemerintahan nasional bersatu untuk menghentikan kebuntuan politik. Kali ini Anwar berhasil melobi UMNO, musuh bebuyutannya dalam pemilu sebelumnya, untuk bergabung dalam pemerintahan.
Jabatan PM menjadi puncak penantiannya selama 25 tahun. Pada November 2022, Anwar Ibrahim dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia.
Begitulah profil Anwar Ibrahim, dia harus melalui badai dalam perpolitikan Malaysia sebelum menjadi kepala pemerintahan Negeri Jiran.