Pelaku, Shamar Elkins, tewas setelah ditembak polisi saat berusaha melarikan diri. Polisi menyebut insiden tersebut sebagai kasus kekerasan dalam rumah tangga, namun motif pastinya masih diselidiki.
Menurut keterangan keluarga, Elkins dan istrinya dalam proses perceraian dan dijadwalkan menghadiri sidang, Senin hari ini. Pertengkaran terkait perceraian diduga menjadi pemicu aksi penembakan tersebut.
Elkins memiliki empat anak dengan istrinya dan tiga anak dengan perempuan lain yang tinggal di dekatnya. Semua anak berada di satu rumah.
"Dia membunuh anak-anaknya, dia menembak istrinya," kata Crystal Brown, kerabat korban.
Pascapenembakan tersebut, Kota Shreveport yang berpenduduk sekitar 180.000 jiwa kini diliputi duka. Warga berdatangan meletakkan bunga di depan rumah korban dan menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan.
Berdasarkan data yang dihimpun AP dan USA Today, insiden itu menjadi penembakan paling mematikan di Amerika Serikat sejak awal 2024.