Korban yang memang biasa mengonsumsi madu tidak menyadari kejahatan Millancastro. Sementara soal botol minuman, korban sempat curiga pada tiga kesempatan karena air mineralnya menjadi keruh. Pada kesempatan itu dia membuang air minumnya.
Setelah tiga kejadian, dia mulai merasakan ada yang tak beres lalu melapor ke supervisor. Setelah laporan itu, supervisor memasang CCTV di ruangan korban.
Dari situ diketahui bahwa semuanya kelakuan Millancastro.
“Keesokan hari, dia (korban) menyentuh mouse komputer yang sudah diolesi sperma. Millancastro terlihat dalam rekaman kamera pengawas, memasuki kantornya sebelum insiden ini," demikian keterangan kantor kejaksaan distrik.
Korban kemudian melaporkan pelaku ke kepolisian La Palma, yang ditindaklanjuti dengan menangkap Millancastro.
Millancastro dituntut hukuman pada 21 September atas tiga tuduhan serangan ringan dan dua tuduhan pelanggaran ringan, sementara vonisnya, 2,5 tahun, dijatuhkan pada 13 Oktober.